Cinta Keluarga, Cinta MPV

Perkembangan industri mobil di nusantara sudah berlangsung sangat lama, persisnya semua itu dimulai di tahun 1969. Menurut data dari GAIKINDO, industri ini berawal ketika Kemetrian Perindustrian dan Perdagangan membuat aturan mengenai usaha impor kendaraan bermotor yang saat itu tergolong dalam dua kondisi, yaitu utuh (completely built-up) dan terurai (completely knocked-down) atau artinya harus dirakit lagi ketika masuk ke wilayah Indonesia. Peraturan yang dibuat juga meliputi industri perakitan dan peragenan, artinya dalam hal usaha jual-beli kendaraan otomotif.

Tentunya seiring dengan dimulainya bisnis otomotif ini maka bersemi jugalah industri lain yang menjadi pendukung sehatnya pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air; warga Indonesia yang memiliki jiwa usaha atau pebisnis mulai merambah usaha pembuatan atau impor suku cadang, bengkel untuk reparasi atau pun pengecatan, penjualan baterai (accu), pom bensin, dan lain-lain yang terus berkembang hingga sekarang.

Bahkan hobi otomotif pun kini banyak yang menjadi ladang bisnis juga; mayoritas pemilik kendaraan bermotor pasti senang dengan kegiatan modifikasi. Namun, terlepas dari bisnis, bagaimanakah wajah tren industri otomotif di Indonesia saat ini? Terlepas dari banyaknya jenis mobil yang beredar di pasar Indonesia, namun ada unsur budaya yang sepertinya membuat kita terpaku pada satu jenis mobil, yaitu MPV.

Multi-Purpose Vehicle adalah mobil yang bisa dibilang paling laris di Indonesia. Segmen ini masih menjadi primadona hingga penghujung tahun 2017, bahkan sebagai pemain baru, Wuling Confero S mampu meraih penghargaan Indonesian Car of the Year 2017 di kategori Small MPV versi MobilMotor. Ini membuktikan bahwa mobil MPV masih menjadi segmen mobil paling menarik di Tanah Air. Namun mengapa begitu?

Alasan terbesar adalah dari sisi kultur atau budaya masyarakat Indonesia. Kita terkenal dengan budaya kekeluargaan yang sangat tinggi, apapun sukunya, pasti kita sering sekali berkunjung ke rumah saudara baik dekat mau pun jauh untuk acara keluarga besar. Momen yang paling sering kita alami bepergian dengan anggota keluarga adalah saat liburan akhir pekan, arisan keluarga, hingga liburan hari raya. Keluarga Indonesia pun umumnya berisi lebih dari 4 anggota keluarga, sehingga pikiran yang sering muncul saat hendak membeli kendaraan adalah: mobil apa yang bisa mengangkut seluruh anggota keluargaku?

Mobil jenis MPV umumnya berisikan 3 deret kursi yang sanggup menampung 8 orang bahkan lebih jika ukuran badan cukup kecil atau harus berpangkuan. Seiring pertumbuhan tren, maka jenis mobil MPV berkursi 7 pun mulai beredar dan Wuling tidak mau ketinggalan melalui Confero Snya. Dengan adanya captain seat di baris kedua membuat Confero S terlihat elegan, berkelas, dan yang paling utama adalah nyaman. Bagi Anda yang memiliki anggota keluarga cukup banyak bisa dipastikan Wuling adalah pillihan yang ideal untuk keluarga Anda.

Berbicara mengenai pilihan ideal, tentunya Wuling tidak ingin berhenti berinovasi dan berkarya untuk Indonesia. Segala bentuk dukungan dari masyarakat Indonesia, membuat 3.000an lebih pekerja lokal ingin terus bekerja dan memberikan pilihan yang cocok untuk warga Indonesia. Jika sebelumnya Confero hadir di segmen low MPV, kini Wuling membuktikan keseriusannya dengan tampil di segmen real MPV dengan menghadirkan Cortez. Cortez yang bercita rasa MPV berkelas ini menghadirkan fitur-fitur yang wajarnya hanya ditemui di kelas mobil mahal. Dan bagi pecinta otomotif yang membutuhkan adanya transmisi otomatis, kini bisa dipuaskan dengan teknologi i-AMT yang secara khusus dikembangkan untuk seri Cortez, bahkan pecinta mobil manual pun semakin dipuaskan dengan implementasi sistem transmisi 6 percepatan.

Lantas, apalagi alasan yang Anda butuhkan untuk menjadikan Cortez pilihan yang tepat? Ikuti terus perkembangan Wuling yang akan memberikan suatu kejutan pilihan baru bagi Indonesia. Salam lima jari!

https://www.gaikindo.or.id/perkembangan/

http://otomotif.liputan6.com/read/3001930/begini-asal-usul-mpv-di-indonesia

Berkendara Seru di Hari Libur

Staycation atau holistay adalah kedua istilah yang kini makin sering kita dengar dari pergaulan kita. Arti dasarnya adalah berlibur tetapi tidak ke mana-mana. Hal ini sering dilakukan oleh para eksekutif yang biasanya tidak punya banyak waktu untuk terbang ke negara yang terlalu jauh, jadi lebih memilih untuk mengambil cuti atau memanfaatkan hari libur di dalam kota saja, biasanya di hotel-hotel yang unik atau bahkan di penginapan online.

 

Staycation terkadang jauh lebih memungkinkan untuk dilakukan, karena terkadang rasa cemas masih sering menghantui para pekerja ibukota yang memiliki tugas setumpuk tetapi membutuhkan libur. Atau alasannya cukup sederhana; daripada menghabiskan uang berjuta-juta, cukup cari penginapan di pusat atau pinggir kota dan tetap bisa dijangkau oleh keluarga dan keluarga saat dibutuhkan/dicari.

 

Namun holistay ini tidak melulu tentang menginap di hotel dan menyendiri, siapa saja bisa berholistay dengan pergi ke museum, dan menghabiskan waktu berjam-jam menikmati hasil karya seni untuk memperkaya pengetahuan umumnya. Bisa juga dilakukan di rumah atau kamar tidur sendiri dan menghabiskan waktu berjam-jam sambil menonton film di TV melalui layanan tayangan berbayar seperti Netflix atau Hulu. Jika kamu memiliki banyak koleksi buku atau majalah yang belum terbaca akibat sibuknya kegiatan di kantor atau kampus, ini juga bisa menjadi sarana pelarían yang menyenangkan; buka instagrammu dan carilah tempat-tempat ngopi baru yang menarik dan nyaman untukmu duduk santai sambil membaca halaman demi halaman bukumu seharian penuh.

 

Tujuan utamanya adalah bagaimana agar kamu bisa tetap produktif pada saat liburan, tapi tidak melulu hanya untuk tidur atau berbelanja dan menghabiskan uang. Tujuan lebih utamanya lagi adalah membebaskan dirimu dari segala kesibukan dan rutinitas di kampus dan di pekerjaan. Karena jika kita terlalu bosan menghadapi rutinitas malah akan membuat kita kurang produktif dan membuat pekerjaan kita tidak rapi dan malah cenderung malas.

 

Namun beda cerita jika kamu adalah pecinta otomotif atau memelihara paling tidak satu transportasi bermotor di rumah—baik itu mobil atau pun motor. Hari libur bisa menjadi waktu yang sangat berharga untuk ‘bermain’ dengan kendaraan pribadimu. Kamu pun mulai berpikir keras ke mana kamu bisa berkelana dengan mobilmu; roadtrip ke area waduk Jatiluhur di Purwakarta bisa menjadi alternatif liburan yang menarik dan berangkat bersama beberapa teman akan membuat perjalanan menjadi semakin seru. Ke mana pun tujuanmu, ingatlah selalu bahwa perjalanan jauh maupun dekat harus direncanakan dengan baik dan mobilmu pun harus dipersiapkan dengan prima baik dari sisi mesin maupun interior. Ikuti beberapa langkah berguna berikut ini:

  1. Sehari sebelum berangkat, kunjungilah dealer resmi Wuling untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dari mesin, ban, oli, accu, setir, dan semuanya agar perjalananmu terjamin aman dan nyaman.
  2. Konfirmasi lagi ke teman-temanmu via grup WhatsApp agar tidak ada yang batal ikut di hari H dan akhirnya merusak mood semua orang.
  3. Sepulang dari dealer mulailah tata interior mobilmu agar semua peserta jalan-jalan bisa duduk nyaman. Jika hanya ada 3 orang yang ikut, maka kamu bisa melipat deret kursi di baris ketiga untuk menumpuk semua barang bawaanmu seperti tas, kompor portabel, gitar, kardus air mineral, container plastik besar untuk menyimpan makanan agar tidak tertumpuk barang-barang lain, dsb. Untungnya berkendara dengan Confero S-mu penumpang di baris kedua bisa duduk nyaman di kursi masing-masing berkat fitur Captain Seat yang semakin nyaman dengan adanya sandaran lengan.
  4. Pastikan bensin terisi penuh satu hari sebelum jalan agar kamu tidak tergesa-gesa saat berjalan di hari H.
  5. Persiapkan juga ban serep di bagian bawah mobil Conferomu. Ini penting mengingat dalam perjalanan jarak jauh kita harus lebih siap sedia jika sewaktu-waktu ban perlu diganti.

 

Ingat, berlibur di rumah atau di dalam kota pun tetap butuh perencanaan. Langkah terakhir, tanamkan semangat tinggi di benakmu bahwa kamu akan benar-benar menikmati hari liburan ini tanpa ada gangguan apapun dan pastikan dirimu terfokus untuk berlibur dan memanjakan diri sendiri. Niscaya, jika langkah-langkah ini kamu penuhi maka kamu akan kembali segar dan hari-harimu ke depannya akan lebih cerah ceria!

Kaki, Transmisi, dan Bahan Bakar

Mayoritas dari kita pasti sudah tahu bahwa tuas transmisi pada mobil ada dua jenis, yaitu manual dan otomatis. Namun bukan berarti semua orang bisa memakai kedua transmisi tersebut. Anak muda jaman sekarang kebanyakan lebih mahir mengendarai mobil otomatis—seringkali disebut matic—karena kemudahannya untuk dikontrol dengan hanya menggunakan satu kaki.

 

Kemacetan yang rutin terjadi di pusat kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya, membuat banyak pengemudi mobil kelelahan di kakinya akibat terlalu sering menginjak pedal kopling, gas, dan rem secara bergantian di tengah kemacetan yang bisa berlangsung dari 2 hingga 4 jam lamanya (tergantung ke mana tujuanmu). Tiga pedal tersebut hanya ada di mobil dengan transmisi manual, sedangkan di transmisi otomatis hanya ada pedal gas dan rem, sehingga control menggunakan satu kaki pun dimungkinkan.

 

Bagi kamu yang menyukai berkendara dengan transmisi otomatis juga mungkin belum tahu bahwa ada beberapa jenis transmisi otomatis; dua di antaranya adalah CVT (Continuously Variable Transmission) dan AMT (Automated Manual Transmission). Tujuan utamanya adalah membebaskan pengemudi dari menginjak kopling dan menggerakkan persneling, namun ada perbedaan yang cukup terasa saat mengendarai keduanya.

 

Pada CVT, penggerak utama transmisinya adalah puli dan sabuk baja bertugas untuk mengatur perubahan rasio gigi dan disesuaikan dengan putaran mesin. Transmisi ini membuat hentakan saat perpindahan gigi menjadi sangat halus sehingga hampir tidak terasa dan umumnya lebih irit bahan bakar. Sedangkan AMT jarang sekali dipakai oleh mobil yang banyak beredar di Indonesia, sehingga kegunaannya pun kurang dikenal.

 

Sejatinya, AMT berarti transmisi manual—kontrol kopling dan persneling—yang diotomatiskan. Transmisi ini pada masa awalnya dikembangkan pernah diadopsi oleh Ferrari di tahun 1988. Transmisi jenis ini cenderung lebih murah ketimbang CVT, sehingga mobil yang menggunakan transmisi ini pun cenderung lebih terjangkau dari segi harga. Dalam hal bahan bakar, ada juga yang menyatakan bahwa AMT lebih irit, namun tentunya perkara konsumsi bahan bakar tidak hanya tergantung pada jenis transmisinya saja, tetapi juga cara pemakaiannya.

 

Pastikan bahwa caramu mengemudi stabil dan tidak kebut-kebutan. Semakin jarang kamu ngegas, maka bahan bakar yang dikonsumsi mesin pun akan lebih irit. Tekanan ban yang kurang pun membuat laju kendaraan lebih berat sehingga akan menyedot lebih banyak bahan bakar. Pemanasan suhu pada mesin dapat membuat mesin lebih boros dalam konsumsi bahan bakar—pastikan kamu menggunakan pelumas yang tepat dan rajinlah untuk menggantinya secara rutin. Kaca jendelamu juga perlu dilapisi film agar panas di dalam kabin tidak berlebihan dan tidak membuat ACmu bekerja lebih berat yang akan mengakibatkan bensin cepat habis. Hindari juga parkiran yang terlalu panas dan gunakan krey atau sunshield untuk kaca depanmu.

 

http://www.tribunnews.com/otomotif/2017/04/10/cara-buat-motor-lebih-irit-bahan-bakar-tanpa-perlu-keluar-uang-banyak

https://www.quora.com/What-is-the-difference-between-AMT-cars-and-automatic-cars

https://www.magnetimarelli.com/excellence/technological-excellences/amt

Membawa Anak dalam Perjalanan

Salah satu adat atau kebiasaan masyarakat Indonesia adalah bepergian sekeluarga. Sekali jalan biasanya semua diajak; suami/istri, anak, pengasuh, tante/om, bahkan sekaligus kakek/nenek. Bukan halangan baik itu mau ke mall, pertemuan keluarga, atau bahkan perjalanan piknik berjam-jam ke luar kota. Justru yang menjadi kendala adalah konfigurasi kursi.

 

Saking penuhnya, terkadang barang bawaan sampai dipangku. Tapi yang paling tidak nyaman jika kita harus duduk di kursi baris ketiga—dengkulnya mentok sehingga cara duduknya harus sedikit nyerong. Tapi semenjak Wuling Motors hadir dengan Confero Snya kini hal itu bukanlah menjadi kendala, karena kini semua penumpang bisa duduk dengan nyaman dan tenang.

 

Namun, faktor keamanan yang jarang kita pedulikan adalah kursi anak. Terkadang karena kursi penuh dengan penumpang dewasa, atau hanya karena sayang betul dengan sang buah hati, dia kerap kita pangku dan duduk di kursi depan. Hal ini sebetulnya sangat penuh resiko dan kita, sebagai orang dewasa, sudah seharusnya bisa memahami dan menghindari situasi tersebut. Lalu, apakah yang sebenarnya perlu kita pahami?

  1. Peraturan penggunaan sabuk pengaman

Dalam Undang-Undang no. 22 tahun 2009, pasal 106 ayat 6 tertulis, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan. Jika tertangkap polisi saat tidak menggunakan sabuk pengaman, maka sudah pasti akan dikenakan pasal 289, yaitu hukuman kurungan selama satu bulan atau denda sebesar Rp250.000.

  1. Regulasi tentang kursi anak

Walaupun penggunaan sabuk pengaman adalah wajib, namun ukuran badan anak belum tentu cukup sesuai dengan konfigurasi sabuk pengaman; misalnya dari tinggi badan anak tersebut. Cara memastikan tinggi badan anak sudah cukup adalah apabila sabuk tersebut sudah bisa menjaga sisi bahunya, bukan tersampir di leher. Maka dari itu anak-anak sebaiknya duduk di kursi belakang yang dilengkapi dengan kursi tambahan yang bisa disangkutkan ke pengait isofix.

  1. Fakta tentang kursi anak

Namun yang disayangkan di Indonesia peraturan mengenai jok anak ini belum dibakukan, sedangkan fitur pengait isofix sendiri sudah diwajibkan ada di mobil-mobil Eropa sejak tahun 2007. Dan di beberapa negara Eropa, anak di bawah umur 3 tahun dianggap ilegal untuk duduk di kursi depan. Apalagi jika dipangku.

Saat kita bepergian menggunakan kendaraan pribadi tentunya hal yang utama adalah keamanan dan kenyamanan bagi seluruh penumpang termasuk pengemudinya. Terlepas dari regulasi yang ditentukan oleh penegak hukum, yang terpenting adalah kita memikirkan perlunya menjaga keselamatan semua pihak di dalam perjalanan yang akan ditempuh. Pastikan keselamatan anak menjadi prioritas supaya kita sebagai orang tua juga bisa tenang selama di perjalanan.

https://otomania.gridoto.com/read/0311034/sudah-tahu-apa-itu-isofix-di-jok-mobil

https://otomania.gridoto.com/read/0312170/ini-aturan-dan-sanksi-soal-sabuk-keselamatan

https://www.autoevolution.com/news/isofix-systems-become-mandatory-in-europe-33264.html

Mesin Pembelajar

Bagi keluarga Wuling yang lahir di sebelum tahun ’90-an [dan lebih tua lagi] pasti masih ingat film futuristik seperti Back to the Future atau Knight Rider; bagaimana mesin-mesin yang diciptakan manusia masa depan bisa sebegitu canggihnya hingga bisa membuat manusia terbang, menjadi robot yang bisa menyerupai manusia, hingga bisa mengemudi tanpa menyentuh setir kendali.

 

Tahukah kamu bahwa kini, memasuki tahun 2018, hal tersebut semakin mungkin terwujud? Kini kita semakin mengenal Siri dan Alexa; Siri adalah asisten suara yang dikembangkan oleh raksasa korporasi teknologi Apple, Inc. yang berbasis di Cupertino, Amerika Serikat. Cara kerjanya cukup mudah—kamu cukup mengucap “Hey, Siri” di depan ponsel genggam iPhonemu maka mesin pun akan menyapamu kembali dan bertanya apa yang bisa dibantu. Dia akan merespon segala macam pertanyaanmu, hingga menghubungkanmu dengan mesin pencari di Internet. Banyak hal yang bisa kamu tanyakan, misalnya harga tiket nonton di bioskop, skor terkini pertandingan sepak bola dari tim favoritmu, hingga hal remeh seperti cuaca hari ini.

 

Alexa memiliki fungsi yang mirip dengan Siri namun lebih terintegrasi dengan benda-benda di keseharian kita. Dia adalah gadis mesin ciptaan Amazon. Iya, Amazon tempat kamu bisa berbelanja daring (dalam jaringan). Bedanya, mereka menanamkan sistem Alexa di alat canggih mereka, contohnya Echo. Dalam wujudnya yang paling sederhana, Echo adalah sebuah tabung pengeras suara. Namun agar Echo dan Alexa dapat bekerja, mesin ini harus terhubung dengan jaringan internet di rumahmu dan terhubung dengan peralatan lain di rumahmu seperti TV, lampu, thermostat (pengukur suhu ruangan), hingga kunci pintu rumahmu. Cara kerjanya mirip dengan Siri, cukup panggil namanya dan berikan perintah maka akan langsung dilaksanakan, misalnya “Alexa, matikan lampu” maka seketika itu lampu yang terkoneksi dengan jaringan internet rumahmu dan Echo akan mati. Tentunya perintah yang kamu sampaikan ke Siri atau pun Alexa harus diucapkan dalam bahasa Inggris, namun tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti bahasa Indonesia pun akan bisa dikenali oleh mesin-mesin ini.

 

Bagaimana sebetulnya mesin-mesin ini bisa secanggih ini? Inilah yang disebut dengan mesin pemelajar atau Machine Learning di istilah aslinya. Algoritma yang ditanamkan para ahli teknologi memungkinkan mesin belajar hal-hal baru layaknya seorang bayi yang sedang tumbuh dewasa. Setiap kalimat yang diucapkan terhadap mesin ini akan direkam ke dalam server yang menjadi otak pusat sistemnya. Menarik sekali kan? Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Teknologi ini mulai dikembangkan dan ditanamkan di alat transportatsi untuk memungkinkan pengaplikasian sistim autopilot. Salah satunya yang berhubungan dengan keseharian kita tentunya adalah mobil.

 

Usaha pengembangannya sendiri sebetulnya sudah mulai dilakukan sejak 1920an, namun baru pertama kali ada hasil nyatanya di tahun 1980an melalui proyek Navlab yang dijalankan Universitas Cernegie Mellon. Kemudian di 2013 barulah ada peraturan negara yang mengizinkan pengoperasian mobil otomatis, yaitu di 4 negara bagian Amerika Serikat; Nevada, Florida, California, dan Michigan. Syarat paling mendasar tentunya adalah bagaimana saat berjalan, mobil yang digunakan tidak akan menabrak atau membuat celaka—maka titik sensorlah yang menjadi salah satu faktor terpenting di dalam pembuatan mobil sejenis ini. Saat berjalan, mobil harus bisa tetap menjaga jarak tidak hanya dengan mobil di depan dan di belakangnya, tetapi juga dengan sekelilingnya seperti pejalan kaki, pengemudi sepeda, gedung atau pembatas jalan di sisi kanan kirinya, dan sebagainya.

 

Lalu teknologi ML tadi juga sudah mulai diimplementasikan ke dalam mobil-mobil masa kini agar kesan futuristiknya semakin terasa—hanya dengan memanggil dan memberikan perintah maka mesin langsung bisa berfungsi dan berkomunikasi dengan manusia/pengendaranya. Jika kamu pernah nonton film seri Knight Rider jaman kecil dulu, pasti kamu masih ingat adegan saat aktornya, Michael Knight (diperankan David Hasselhoff), berbicara dengan mesin mobilnya yang dinamakan KITT. Dengan sebuah kalimat perintah, maka otomatis KITT akan langsung mengerjakannya—misalnya, “KITT, jalan sekarang!” atau “KITT, kebut!” Lantas apa sih untungnya dengan teknologi semacam ini? Beberapa nilai positif misalnya, berkendara akan tetap bisa dilakukan apapun situasi kondisinya; misalnya sedang sakit dan harus ke rumah sakit sendirian, ketika di jalan namun mengantuk, atau sembari berkendara tetap harus membuka laptop untuk bekerja (multi-task) dengan tujuan utama agar hidup kita akan jauh lebih terbantu dan mudah.

Yang bahaya jika mesin-mesin ini nantinya jauh lebih pintar dan mampu mengelabui manusia. Demi kehidupan yang lebih baik kita bisa menyerap dan memanfaatkan sisi positif dari perkembangan teknologi, namun pastikan bahwa kita tidak sampai ketergantungan terhadap kemajuan-kemajuan yang memudahkan hidup kita agar kita tetap bisa selalu selangkah lebih maju.

Sistem Parkir Efektif

Sebagian besar penduduk perkotaan merasakan pentingnya memiliki kendaraan pribadi, baik itu mobil atau pun motor. Tampil keren hanyalah salah satu faktor kebutuhan yang penting bagi sebagian orang, namun faktor terpentingnya adalah agar bisa lebih nyaman dalam bertransportasi. Hal ini terdorong salah satunya akibat fakta yang terjadi di lapangan bahwa banyak angkutan umum yang sering ngetem dan kadang menurunkan penumpangnya di tengah jalan karena penumpangnya sedikit, dan seringkali mengambil dan menurunkan penumpang tidak pada halte yang disediakan.

 

Alasan lain yang sama pentingnya dengan kenyamanan adalah keamanan; dulu sering kita dengar adanya kasus perampokan bahkan pelecehan seksual yang terjadi di dalam angkutan umum. Bagaimana cara terbaik agar kita menghindari hal tersebut? Kamu bisa membacanya lagi di sini. Tentunya alasan kita menggunakan kendaraan pribadi adalah demi memiliki kehidupan yang lebih baik, bukan?

 

Ada faktor lain terkait kenyamanan dan kehidupan yang lebih baik, namun sering terlewatkan atau dengan sengaja kita abaikan, yaitu perkara parkiran. Tidak hanya di area perumahan, bahkan di pinggir jalan besar pun kita masih sering melihat banyak kendaraan bermotor yang diparkir liar. Namun, sebetulnya bagaimana parkiran yang ideal? Yuk kita lihat beberapa contoh dari negara lain dan bagaimana mereka menerapkan sistem parkirannya.

 

  1. Hong Kong memberlakukan sistem parkir yang rapi agar lalu lintas lebih teratur dan keamanan pun terjaga. Bentuk kotanya yang lebih banyak tempat tinggal bertingkat (apartemen) dibandingkan rumah (landed house) membuat orang tidak mudah untuk memiliki mobil apalagi untuk memarkirkannya. Sementara bagi penduduk yang berpenghasilan relatif jauh lebih tinggi dari kebanyakan penduduk lainnya sudah pasti memiliki solusi untuk memarkirkan mobilnya; yaitu di gedung khusus parkiran. Tarif yang ditetapkan pun beragam, dari per jam, per hari, hingga per bulan. Tarif per jam berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000, harga harian Rp280.000—Rp350.000, sedangkan untuk bulanan Rp3.000.000—Rp9.000.000an. Atau kalau kamu kepikiran untuk membeli lahan parkir juga ada yang menjual seharga Rp9 M! Harga ini sempat tercatat rekor sebagai harga parkiran termahal sedunia. Coba bandingkan dengan di mall setempat di Indonesia yang hanya Rp4—5.000 per jam, mencengangkan bukan?
  2. APS atau Automated [car] Parking System atau APF (Automated Parking Facility) pertama kali dibangun di Paris atas dasar kebutuhan ruang parkir yang kian terbatas. Bentuk dan cara kerjanya adalah bangunan beton bertingkat yang dilengkapi dengan elevator khusus yang mampu menampung dan mengangkut mobil ke tingkat atas dan kemudian ada petugas yang memarkirkannya secara manual. Namun, seiring perkembangan teknologi, kini jenis parkiran ini sudah dikendalikan secara otomatis.
  3. Tidak hanya untuk mobil, Jepang adalah salah satu negara yang memandang pentingnya sepeda sebagai moda transportasi – begitupun untuk penyimpanannya. Sekitar 72 juta sepeda dimiliki oleh penduduk Jepang dan mengisi lalu lintas Jepang sebanyak 14%. Sedikit terbalik dari APS, sistem parkir sepeda di Jepang menggunakan penyimpanan di bawah tanah. Di negara asalnya, sistem yang disebut Churinjo ini aktif dari jam 5 pagi hingga tengah malam, harganya berkisar antara 100—200 Yen (Rp12.000—25.000). Bahkan beberapa ada yang menggratiskan penggunaan di 2 jam pertama. Parkirannya sangat unik, karena dari luar hanya terlihat seperti kios, pengendara cukup meletakkan sepedanya di jalur yang tertanam di sisi samping ‘kios’ tersebut, masukkan koinnya, lalu dalam hitungan 8 detik sepedamu pun lenyap ke dalam kios tadi.
  4. Indonesia pun tidak mau ketinggalan. Namun kali ini Bandung yang mencuri perhatian kita, alih-alih Jakarta, karena ibu kota Jawa Barat ini lah yang pertama kali menerapkan alat parking meter di jalan-jalan utamanya. Tepatnya pada 24 Desember 2013 Jalan Braga resmi ditanamkan tiga alat parking meter. Dengan memasukkan uang koin sesuai dengan tarif yang berlaku dan sesuai dengan lamanya parkir, maka tiket parkir pun akan keluar secara otomatis. Mesin ini tidak hanya membantu ketertiban parkiran di pinggir jalan namun juga membantu pemasukan pendapatan daerah, sehingga kota yang bersangkutan pun akan menerima lebih banyak pendapatan dan rakyatnya bisa lebih sejahtera.

 

Kini ada satu hal lagi yang perlu kamu pertimbangankan sebelum membeli mobil; apakah kamu punya lahan parkir di rumah? Yuk, jadi bagian masyarakat yang hidup lebih tertata agar Indonesia menjadi lebih baik.

 

History of Automated Parking System

http://edition.cnn.com/2012/11/21/business/hong-kong-world-expensive-parking-places/index.html

https://www.cnbc.com/2017/06/20/safe-as-car-parks-hong-kong-parking-spaces-outperform-home-prices-over-12-year-period.html

http://edition.cnn.com/style/article/japan-underground-bike-vaults/index.html

https://tokyo.digi-joho.com/travel-living-tips/bicycle-parking-tokyo-regular.html

http://news.liputan6.com/read/784542/video-3-mesin-parking-meter-diuji-coba-di-bandung

Wuling Cortez Hadir di Sulawesi Selatan

Produk MPV kedua Wuling, The New Choice of MPV resmi dipasarkan di Makassar

Makassar, 10 Februari 2018 – Setelah diperkenalkan di Jakarta pada tanggal 8 Februari lalu, kini giliran Cortez menyapa masyarakat Makassar. Bertempat di Atrium Mall Panakkukang, PT Kumala Cemerlang Abadi, mitra diler Wuling di Sulawesi, juga memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk mencoba MPV terbaru dari Wuling Motors (Wuling). Ditambah lagi tersedia program promo menarik bagi pelanggan yang melakukan pembelian selama acara berlangsung.

“Kota Makassar merupakan pasar otomotif yang potensial. Maka dari itu, kami membawa Wuling Cortez untuk menjawab kebutuhan pelanggan akan medium MPV. Sebagai The New Choice of MPV, produk kedua kami memiliki fitur lengkap sehingga dapat menjadi pilihan baru bagi masyarakat,” jelas Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani.

Wuling Cortez diperkuat dengan mesin 1.800 cc yang bertenaga 129 HP dan torsi 174 Nm. Kompetensi tersebut dipandu oleh dua pilihan transmisi yakni manual 6-percepatan dan i-AMT (intelligent Automated Mechanical Transmission). Menariknya, transmisi i-AMT ini menawarkan dua mode berkendara yaitu Otomatis dengan pilihan mode Eco (E) serta Sport (S) atau Manual 5-percepatan.

Berbicara fitur yang dimiliki oleh Cortez, medium MPV ini dilengkapi dengan perangkat keselamatan yang lengkap seperti Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Automatic Vehicle Holding (AVH), Hill Hold Control (HHC), Electric Parking Brake (EPB), hingga Electronic Stability Control (ESC). Untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan, Cortez disematkan Advanced 8” Entertainment System, Convenient Electric Front Seat Adjuster dan Classy Electric Sunroof.

Wuling menawarkan Cortez dalam 5 pilihan warna yaitu Burgundy Red, Starry Black, Dazzling Silver, Sand Brown dan Pristine White. Selain itu, pelanggan juga dapat memilih antara dua varian dari medium MPV Wuling ini yaitu Wuling Cortez 1.8C dan Wuling Cortez 1.8L.

Sebagai informasi tambahan, Wuling juga akan memperkenalkan Cortez pada dua kota lainnya di pulau Sulawesi, yakni Lippo Plaza Kendari di tanggal 11-16 Februari 2018, serta Manado Town Square Mall pada 17-25 Februari 2018.

Wuling Hadirkan Dua Varian Untuk Cortez

Jakarta, 8 Februari 2018 – Dalam peluncuran MPV keduanya, Wuling Motors (Wuling) menawarkan Cortez dalam dua varian yaitu Cortez Tipe C dan Cortez Tipe L. Walaupun dihadirkan dalam tipe berbeda, namun untuk spesifikasi umumnya tetap sama yakni didukung mesin 1.800 cc dengan dua opsi transmisi yakni i-AMT atau manual 6-percepatan serta ukuran dimensi panjang 4.780 mm, lebar 1.816 mm, serta tinggi 1.755 mm (dengan roof rail).

Secara penampilan, Cortez Tipe C dilengkapi dengan lampu proyektor, grill depan elegan, DRL berteknologi LED, roofrail, wiper belakang, spoiler dengan LED dan elegant shark fin. Sementara Tipe L ditambahkan lampu depan dan lampu belakang LED, Classy Electric Sunroof dan aksen chrome di door handle serta window list.

Perihal Fitur yang ada pada Cortez dirancang untuk memberikan kemudahan bagi para penggunanya. Wuling Cortez tipe C sudah dilengkapi dengan Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Automatic Vehicle Holding (AVH), Hill Hold Control (HHC), Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC), Airbag, ISOFIX, Advanced 8” entertainment system, 4 speaker, tombol pengendali fungsi audio dan panggilan telepon via Bluetooth di kemudi, sensor parkir, kamera belakang, remote open window and trunk serta USB charging port di setiap baris bangku.

Sedangkan Wuling Cortez tipe L telah dilengkapi seluruh fitur tipe C namun dibubuhkan Luxury meter cluster dengan layar MID 7”, exquisite atmosphere lamp,  navigation system, Auto AC, Convenient Electric Front Seat Adjuster, front side airbag, sensor parkir depan, safety belt indicator, fatigue driving warning, 6 speaker, auto headlamp dan front wiper, MID steering switch dan remote open sunroof.

 “Latar belakang dihadirkan dua pilihan ini untuk memberikan jawaban dari kebutuhan konsumen akan medium MPV yang berbeda-beda, untuk memberikan pilihan MPV baru bagi pelanggan.” terang Vice President of VSSM Wuling Motors, Cindy Cai.

Sebagai informasi tambahan, setelah peluncuran hari ini, Wuling pun turut memperkenalkan The New Choice of MPV ini ke beberapa kota lainnya. “Mari kunjungi peluncuran Cortez di kota Anda dan rasakan langsung MPV pilihan baru dari Wuling Motors untuk Indonesia,” ajak Cindy Cai.

Jadwal Regional Launch Wuling Cortez

Makassar, 10-11 Februari 2018 di Mall Panakukkang Medan, 12-18 Februari 2018 di Plaza Medan Fair Mall
Semarang, 10-11 Februari 2018 di Paragon City Mall Jogyakarta, 14-18 Februari 2018 di Jogja City Mall
Kediri, 10-11 Februari 2018 di Kediri Town Square Denpasar, 17-18 Februari 2018 di Bali Galeria Mall
Mojokerto, 10-11 Februari 2018 di Sunrise Mall Mojokerto Manado, 17-25 Februari 2018 di Manado Town Square Mall
Malang, 10-11 Februari 2018 di Malang Town Square Surabaya, 19-25 Februari 2018 di Ciputra World Mall
Sidoarjo, 10-18 Februari 2018 di Transmart Sidoarjo Bandung, 21- 25 Februari 2018 di Trans Studio Mall
Kendari, 11-16 Februari 2018 di Lippo Plaza Kendari  

Wuling Cortez Resmi Meluncur Di Indonesia

Pilihan baru di segmen Multi Purpose Vehicle dengan fitur berlimpah  

 

Jakarta, 8 Februari 2018 – Hari ini Wuling Motors (Wuling) resmi memperkenalkan Wuling Cortez ke hadapan publik di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Momen peluncuran ini sekaligus diwarnai dengan pengumuman harga resmi Wuling Cortez dan penanda masuknya pemain baru di kelas medium MPV Tanah Air.

 

Dengan mengusung konsep The New Choice of MPV, Wuling Cortez dideskripsikan sebagai pilihan baru bagi konsumen Indonesia yang dilengkapi dengan Stylish LED Headlamp dengan Auto Lamp, Sporty 16” Two Tone Alloy Wheel, Dynamic Fog Lamp & DRL Design, serta fitur-fitur berkelas di segmennya. “Hadirnya Cortez didasari oleh semangat Drive For A Better Life. Kami ingin membawa pelanggan untuk merasakan semangat tersebut melalui produk terbaru ini dan dapat memberikan pilihan bagi masyarakat,” terang Vice President of Vehicle Sales, Service and Marketing (VSSM) Wuling Motors, Cindy Cai.

 

Mengenai spesifikasi umum Wuling Cortez mengaplikasikan mesin berkonfigurasi 4-silinder dengan kubikasi 1.800 cc yang bertenaga maksimal 129 HP pada putaran 5.600 rpm dan mengantarkan torsi 174 Nm di rentang 3.600 – 4.600. Kompetensi tersebut dipandu oleh dua pilihan transmisi yakni manual 6-percepatan dan i-AMT (intelligent Automated Mechanical Transmission). Transmisi i-AMT menawarkan dua mode berkendara yaitu Otomatis dengan pilihan mode Eco (E) serta Sport (S) atau Manual 5-percepatan yang memberikan pilihan serta kemudahan berkendara.

 

Berbicara tentang fitur Cortez, medium MPV ini dilengkapi dengan pilihan fitur keselamatan baru yang terdiri dari Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Automatic Vehicle Holding (AVH), Hill Hold Control (HHC), Electric Parking Brake (EPB), Electronic Stability Control (ESC), Front Parking Sensor, Rear Parking Camera, Dual SRS Airbag plus side airbag, Tire Pressure Monitoring System (TPMS) hingga menu layar Multi Information Display (MID) berukuran 7 inci yang lengkap menambah impresi elegan Cortez.

 

Dalam rangka menunjang kenyamanan, medium MPV ini dibekali dengan Classy Electric Sunroof, Convenient Electric Front Seat Adjuster, Modern Center Cluster dengan Auto AC, Exquisite Atmosphere Lamp, Advanced 8” Entertainment System dan USB port untuk mengisi daya gadget di setiap baris bangku.

 

Wuling menawarkan Cortez dalam 5 pilihan warna yaitu Burgundy Red, Starry Black, Dazzling Silver, Sand Brown dan Pristine White. Perihal banderol harga on-the-road Wuling Cortez untuk area Jakarta mulai dari Rp 218.000.000 sampai dengan Rp 264.000.000. Khusus pembelian di periode 8 Februari hingga 31 Maret 2018, Wuling memberikan program spesial berupa perpanjangan garansi umum menjadi 5 tahun atau 100.000 kilometer dengan syarat dan ketentuan berlaku.

 

Selain fitur yang kompetitif di kelasnya, Wuling Cortez juga didukung dengan layanan purna jual yang prima seperti garansi umum 3 tahun atau 100.000 kilometer, garansi komponen utama mesin dan transmisi selama 5 tahun atau 100.000 kilometer, gratis biaya jasa service berkala sampai 50.000 kilometer atau 2,5 tahun, Wuling Insurance, Wuling Mobile Service (WMS) sampai Wuling Customer Assistance yang dapat dikontak melalui nomor 0800-100-5050.

 

Tahun Baru, Pilihan Baru dari Wuling di 2018

Di awal tahun 2018 Wuling kembali mengukir sejarah dalam berkiprah di dunia otomotif Indonesia. Semenjak kami meresmikan pabrik di 11 Juli 2017 sudah banyak kejutan yang Wuling hadirkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang mengerti pentingnya kenyamanan dalam berkendara. Kejutan pertama yang kami sajikan adalah peluncuran seri perdana kami untuk pasar Indonesia, yaitu Confero S. Arti Confero sendiri yang mengingatkan pentingnya kebersamaan (to bring together) menjadikan seri ini pas sebagai perkenalan untuk keluarga di Indonesia.

Para penggemar setia Wuling pasti masih ingat meriahnya acara peluncuran Confero S pada tanggal 2 Agustus 2017. Hingga hari ini sudah ribuan seri Confero dan Confero S yang mengisi garasi dan juga jalan raya dari Aceh hingga Makassar, dari Kalimantan hingga pulau Bali dan Lombok. Seri Confero dari Wuling menjadi sangat disukai karena produknya yang benar-benar value for money. Artinya dengan harga yang dibayarkan ada sejumlah kelebihan yang belum tentu didapatkan dari produk lain.

Komitmen adalah salah satu nilai (value) lain yang ingin terus kami wujudkan. Dari Cikarang, Jawa Barat hingga seluruh penjuru Indonesia, Wuling hadir tidak hanya untuk sementara, kami berkomitmen untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk masyrakat Indonesia. Di penghujung 2017, komitmen tersebut dibuktikan dengan meluncurkan produk Wuling Insurance. Hal ini diwujudkan demi memberikan perasaan aman selama membeli dan menggunakan produk Wuling dalam jangka panjang. Belum genap setahun Confero S diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia, kini keinginan para pengguna kendaraan roda empat di Indonesia kembali diwujudkan dengan menghadirkan pilihan baru di seri MPV kelas menengah dengan meluncurkan Cortez.

Persis di 8 Februari 2018, seri Cortez pun diluncurkan dengan ragam fitur yang superior di kelasnya dan umumnya hanya bisa dijumpai di mobil kelas mewah; fitur sunroof elektrik berkelas, pengatur kursi depan bertenaga elektrik, dan yang inovasi yang paling ditunggu para penggemar Wuling, yaitu system transmisi otomatis, yaitu i-AMT. Fitur yang merupakan kependekan dari Intelligent Automated Mechanical Transmission ini khusus dikembangkan untuk seri Cortez.

Kelebihan dari transmisi i-AMT adalah memudahkan pengemudi dalam berkendara dan juga entengnya biaya perawatan, sehingga para pelanggan Wuling pun kembali diingatkan bahwa Wuling selalu menghadirkan produk-produk yang value for money. Semua kelebihan yang Wuling tawarkan melalui Cortez menjadikannya pilihan yang tepat bagi para pecinta otomotif. Harga yang ditawarkan pun sangat bersahabat; bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya bisa mendapatkan produk ini mulai dari Rp218 juta untuk seri Cortez dengan transmisi manual 6 percepatan. Benar-benar sebuah New Choice dalam ramainya pasar MPV di Indonesia.

Suasana acara peluncuran Wuling Cortez pun terasa sedikit berbeda dari ‘kakaknya’ di Agustus 2017 lalu. Diadakan di Grand Ballroom Kempinski Jakarta, nuansa gemerlap perkotaan yang dihadirkan memberikan cita rasa berkelas bagi 320 undangan yang memenuhi ruangan acara. Intensitas acara ini semakin meningkat saat Mr. Xu Feiyun, Presiden Wuling motors, mengungkap harga resmi Cortez di panggung. Setiap undangan diajak untuk berpartisipasi dengan cara memindai (scan) barcode yang ditampilkan di layar utama. Pengalaman ini menjadi sengat seru dan berbeda, karena harga yang selama ini masih rahasia, kini terungkap sudah di dalam genggaman setiap tamu.

Para keluarga setia Wuling yang tidak hadir di gedung perhelatan pun disuguhi rangkaian acaranya melalui akses live-streaming di akun media sosial resmi Wuling. Acara peluncuran ini menjadi semakin seru dengan hadirnya Uli Herdinansyah sebagai pemandu acara dan Maliq & D’Essential yang turut menghibur hingga penghujung acara. Bahkan bagi seluruh masyarakat Indonesia di lokasi lain, Wuling pun turut memberikan kejutan melalui kuis yang berhadiah iPhone X dan jutaan hadiah lainnya. Kami merasa kemeriahan yang disuguhkan bagi rekan dealer, perusahan leasing, rekan media, pegiat media sosial, serta tentunya pelanggan setia Wuling Motors merupakan hadiah yang diharapkan menjadi kesan yang indah dan terus memotivasi kami di Wuling untuk terus berkarya bagi Indonesia. Dengan suksesnya acara ‘unboxing’ Wuling Cortez di awal 2018 ini Wuling tetap teguh pada komitmennya untuk membuat hidup lebih baik. Wuling Motors, Drive for a Better Life!