Autotips

Merawat Ban Mobil

29 Januari, 2018

Image Merawat Ban Mobil

Hal paling menyenangkan saat berkendara dengan mobil pribadi adalah kamu bisa menentukan sendiri kapan mau berangkat, ke mana ingin pergi, dan barang apa saja yang mau dibawa. Namun, harus disadari bahwa yang terpenting bukan hanya menjaga kebersihan kabin mobil dan menjaganya agar tetap wangi, tetapi kita juga perlu selalu menjaga performa mobil di sisi eksterior. Mesin sudah pasti kita rawat secara berkala, begitupun kebersihan bodi mobil.

Yang menyebalkan adalah sesaat setelah cuci mobil, lalu cuaca di langit berubah mendung. Rasanya ingin sekali mobil ini kita bungkus jas hujan. Selain mesin dan bodi, yang harus kita pastikan selalu berfungsi dengan baik adalah ban mobil. Satu saja dari empat roda ini bermasalah maka perjalananmu yang telah kamu atur sedemikian rupa bisa rusak seketika.

Perkara ban mobil yang paling utama adalah ban botak/gundul dan tekanan angin yang tidak seimbang. Tentunya di Wuling kami punya beberapa tip dan trik agar ban mobilmu tetap di kondisi prima dan senantiasa berfungsi maksimal di saat kamu membutuhkannya. Ikuti beberapa hal di bawah ini:

  1. Ban botak

Tentunya semakin sering mobilmu dibawa bepergian, pasti permukaannya juga akan mengalami kebotakan dan penipisan. Jika ini terjadi maka kemungkinan slip semakin besar terjadi, terlebih di jalanan yang basah saat hujan misalnya. Salah satu trik untuk mengatasinya adalah menukar ban di depan ke belakang. Saat berjalan, maka ban depanlah yang lebih sering mengalami gesekan dengan permukaan jalan, apalagi saat direm dan berbelok—sementara ban belakang cenderung mengikuti pergerakan ban depan saja. Standarnya kamu bisa mempraktikkan ini setiap jarak tempuh 5.000 km. Dengan demikian frekuensi kamu menggesek kartu untuk membeli ban baru semakin berkurang dan kamu bisa tersenyum lebih lebar.

  1. Tekanan yang aman

Memastikan agar setiap ban sudah terisi dengan tekanan yang dianjurkan menjadi penting karena kamu pasti tidak ingin sisi mobil tinggi sebelah atau kurang empuk saat berjalan. Jika tekanan terlalu rendah, maka gesekan antara ban dan permukaan jalan akan semakin kuat dan ban pun akan lebih cepat panas, sehingga kemungkinan botak pun bisa lebih cepat terjadi. Sedangkan jika ban dipompa berlebihan, maka kemungkinan slip saat berjalan mungkin terjadi, karena permukaan ban yang menyentuh jalanan lebih sedikit. Jika kamu membawa penumpang terlalu banyak dan barang bawaan yang terlalu berat juga akan berpengaruh ke tekanan ban mobil. Lalu, bagaimana cara termudah untuk mengecek tekanan apakah sudah pas atau belum? Di seri Confero S, Wuling sudah menyediakan fitur TPMS (Tire Pressure Monitoring System) yang bisa diakses di layar MID (Multi Information Display) yang terletak di antara kedua odometer. Bagaimana mobil Wuling bisa secanggih ini? Tutup pentil pada setiap ban mobil Wulinglah yang menyimpan sensor yang kemudian dibaca sistem dan disajikan di layar MID tadi.

  1. Perawatan berkala

Ini adalah faktor terpenting dalam berkendara. Setiap sisi mobil sangat-sangat perlu untuk dirawat secara berkala. Ban pun perlu untuk selalu dicek kesehatannya secara rutin. Perawatan paling sederhana adalah dengan mengecek sendiri kebersihan banmu—cek apakah ada batu kerikil yang terselip di celah kembangannya, cek apakah kamu baru saja melewati jalur berlumpur, baru kemudian bawalah ke bengkel untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang lebih rutin dan teliti.

Terakhir, pastikan untuk bertanya ke tenaga penjual Wuling di showroom terdekat apakah ban kamu termasuk yang digaransikan atau tidak. Karena bagi Wuling, kualitas kehidupan pelanggan untuk menjadi lebih baik adalah harapan yang ingin selalu diwujudkan untuk masyarakat Indonesia.