TIPS MENGENDARAI MOBIL DI TANJAKAN - Wuling Motors

Autotips

TIPS MENGENDARAI MOBIL DI TANJAKAN

22 Desember, 2017

Image TIPS MENGENDARAI MOBIL DI TANJAKAN

Apakah Anda pernah menjumpai mobil yang tiba-tiba mundur ketika sedang berada di antrian gedung parkir bertingkat? Tidak seperti mengemudi di jalanan datar, mengemudi mobil di jalan tanjakan lebih sulit dan harus lebih terampil mengemudi apalagi jika mobil yang dikendarai adalah mobil bertransmisi manual atau si pengemudi masih pemula alias baru bisa mengemudi.

Apa bedanya mengemudikan mobil di tanjakan dengan kondisi jalan rata? Tentunya berbeda. Jika kondisi jalan rata, tentu Anda tidak akan banyak melibatkan penggunaan kopling, gas dan rem. Tidak demikian halnya dengan kondisi jalan menanjak. Untuk kondisi jalan tanjakan yang tidak terlalu tinggi, posisi gigi perslening 2 atau 3 sudah mencukupi. Tapi, jika tanjakan cukup tinggi, kondisi gigi perslening baiknya diturunkan ke posisi 1 saja. Kalau tetap dipaksakan, dikhawatirkan mobil tidak akan menanjak, tetapi malah akan turun.

Jika sedang melewati tanjakan dan macet. Maka mau tidak mau, mobil pun harus diberhentikan. Bagi Anda yang baru belajar menyetir, kondisi ini bisa membuat berkeringat dan panas dingin. Bahkan tekadang, saking paniknya mobil malah mundur dan menabrak mobil di belakangnya. Atau ada juga penggunaan cara yang salah, sehingga bau kampas kopling sangat menyengat. Pada prinsipnya jika Anda mengalami hal ini, jangan panik. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya .

Untuk mobil bertransmisi manual :

1. Menggunakan rem tangan

  • Posisikan kaki kiri Anda pada pedal kopling dengan menginjaknya dengan full.
  • Kaki kanan tetap bersiaga menginjak pedal gas.
  • Sementara tangan kiri kita bersiap mengendalikan tuas rem tangan.
  • Saat berhenti, tarik rem tangan dan injak pedal kopling hingga mobil tertahan ditanjakan namun mesin masih hidup.
  • Pastikan posisi gigi ada pada posisi 1
  • Saat akan jalan, tekan lock pada tuas rem tangan dan secara berlahan turunkan rem tangan.
  • Disaat yang bersamaan, injak pedal gas secara hingga sekitar 2000 RPM disertai dengan mengangkat kopling hingga posisi setengah (jangan lepas keseluruhan)
  • Karena kita akan menggunakan sistem setengah kopling, kita harus menjaga RPM mesin diatas 2000 RPM dengan kecepatan mobil yang tidak terlampau tinggi.
  • Saat mobil di depan kembali berhenti, langsung angkat tuas rem tangan dan injak pedal kopling.
  • Hal yang perlu diingat, lakukan langkah pengaturan rem tangan dan kopling secara bersamaan agar mobil tidak mundur.

2. Menggunakan pedal rem

  • Untuk cara ini terbilang cukup sulit sehingga disarankan untuk yang sudah expert mengendalikan mobil manual.
  • Saat mobil terhenti di tanjakan, injak kopling dengan kaki kiri dan injak pedal rem dengan kaki kanan.
  • Ketika akan jalan, pindahkan kaki kanan ke pedal gas sambil langsung menekannya hingga RPM sekitar 2000 dengan cepat.
  • Disaat yang bersaman, angkat pedal kopling pada posisi setengah agar mobil tidak mundur kebelakang.

3. Menginjak pedal rem dan kopling bersamaan

  • Langkah ketiga hanya  bisa dilakukan pada mobil yang memiliki pedal kopling dan rem yang berdekatan.
  • Ketika mobil berhenti di tanjakan injak dua pedal sekaligus yakni pedal rem dan kopling menggunakan kaki kiri.
  • Secara otomatis, mobil berhenti dan mesin masih hidup.
  • Pastikan transmisi ada di posisi gigi 1
  • Saat akan jalan, injak pedal gas hingga sekitar 2.000 RPM dan secara bersamaan, angkat kaki kiri untuk mengangkat kopling dan rem secara berlahan hingga posisi setengah.
  • Hal ini juga akan menimbulkan teknik setengah kopling namun pedal rem juga telah stand by. Sehingga ketika mobil didepan berhenti kita langsung menekan kaki kiri untuk memberhentikan mobil tanpa mematikan mesin.

Dari ketiga terknik tersebut diatas,  teknik yang kedua adalah teknik yang tersulit. Butuh latihan dan keterampilan yang ekstra untuk bisa melakukannya. Bagi Anda masih baru belajar mengemudikan mobil, sangat tidak disarankan menggunakan cara tersebut.

Langkah–langkah diatas ditujukan untuk mobil  bertransmisi manual. Bagaimana dengan mobil bertransmisi otomatis? Mengemudikan mobil matic di tanjakan lebih mudah karena Anda cukup mengendalikan dua pedal yakni pedal rem dan gas. Jika tanjakan cukup tajam atau mengalami macet di tanjakan, rubahlah tuas persneling ke tombol yang ditujukan untuk melalui tanjakan yang curam (tiap mobil matic memiliki kode tombol yang kadang tidak sama). Posisi tersebut juga bisa digunakan jika Anda melalui jalanan yang menurun, karena pengeremannya melalui engine breaking. Anda tidak perlu terlalu sering mengjnjak pedal rem.

Jika merasa belum yakin dengan keahlian Anda melalui tanjakan, sebaiknya hindari hal ini. Karena kemungkinan terjadinya macet di tanjakan tidak dapat Anda hindari. Tidak hanya membahayakan diri Anda sendiri, tetapi juga membahayakan orang lain. Untuk pengemudi pemula, berlatihlah terlebih dahulu melalui jalan tanjakan. Setelah merasa yakin dan berani, baru mencoba di medan sesungguhnya.

http://bintangotomotif.com/tipscara-mengemudikan-mobil-dan-berhentimacet-di-tanjakan/

http://www.autoexpose.org/2017/09/mengemudi-mobil-di-tanjakan.html

Quick Help