7 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Tubuh Anda | Wuling

Life Style

7 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Tubuh Anda

10 Juli, 2020

Image 7 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Tubuh Anda

Sudah pernahkan Anda mendonorkan darah? Tahukah kalau ternyata ada banyak manfaat atau efek positif setelah melakukan donor darah. Donor darah itu sendiri yaitu memberikan sedikit darah dari dalam tubuh untuk  membantu orang lain. Sekitar 480 ml darah diambil dari dalam tubuh, setelah diperiksa dan diuji keamanan serta kelaikannya, darah tersebut kemudian akan diberikan kepada pasien yang membutuhkan bahkan terkadang untuk menyelematkan nyawa mereka.

Nah, pada umumnya donor darah dibutuhkan untuk kondisi-kondisi, seperti transfusi darah untuk korban kecelakan yang banyak kehilangan darah, penderita penyakit tertentu yang akan menjalankan operasi besar, kasus demam berdarah atau pasien Thalaesemia mayor. Namun tak hanya untuk orang-orang tersebut, pendonor pun mendapatkan mafaatnya. Berikut beberapa manfaat donor darah yang dapat Anda peroleh:

Mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan

Mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan

Sebelum mendonorkan darahnya calon donor akan diperiksa terlebih dahulu berat badannya, tekanan darah, frekuensi nadi, kadar hemoglobin(Hb), dan pemeriksaan oleh dokter. Hal ini sangat menguntungkan, dimana kesehatan Anda selalu terawasi (check-up rutin) apalagi gratis.

Jantung Sehat

Jantung Sehat

Manfaat donor darah selanjutnya yaitu donor akan memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung. Hal ini telah dibuktikan secara ilmiah dalam American Journal of Epidemiology, bahwa pendonor darah memiliki 88% kemungkinan lebih rendah terkena serangan jantung dan 33% lebih rendah kemungkinan menderita semua jenis penyakit kardiovaskular.

Menurunkan Level Zat Besi Dalam Tubuh

Menurunkan Level Zat Besi Dalam Tubuh

Setiap kali seseorang mendonorkan darahnya dapat bermanfaat menurunkan kadar iron (zat besi) dalam tubuh, turunnya level iron dalam tubuh dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Kadar besi yang tinggi memiliki potensi untuk meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular karena zat besi mempercepat proses oksidasi kolesterol dalam tubuh, yang merusak arteri yang pada akhirnya mempermudah terjadinya aterosklerosis.

Menurunkan Risiko Kanker

Menurunkan Risiko Kanker

Donor darah yang konsisten akan bermanfaat menurunkan risiko kanker, termasuk diantaranya kanker hati, paru-paru, usus besar, lambung dan kanker tenggorokan. Tingkat risiko menurun seiring dengan seberapa sering partisipan mendonorkan darahnya. (Anda dengan aman dapat mendonorkan darah setiap 3 bulan (untuk pria) dan 4 bulan (untuk wanita)).

Regenerasi Sel-Sel Darah

Regenerasi sel darah merah

Bila seseorang mendonorkan darahnya, tubuhnya akan menggantikan volume darah dalam waktu 48 jam setelah donor, dan semua sel darah merah yang hilang akan benar-benar diganti dalam waktu empat sampai delapan minggu dengan sel-sel darah merah yang baru. Proses pembentukan sel-sel darah merah yang baru akan membantu tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien dan produktif.  Seperti halnya regenerasi sel darah merah dalam tubuh. Kita butuh untuk terus memperbaiki hidup, dan maju terus untuk menjadi lebih baik dari kondisi sekarang.

Pembakaran Kalori

Pembakaran Kalori

Seseorang akan membakar sekitar 650 kalori per sumbangan dari satu pint (500ml) darah, menurut University of California, San Diego. Pendonor darah yang rutin menyumbangkan bisa kehilangan sejumlah besar berat badan, akan tetapi jangan menjadikan donor darah sebagai cara untuk menurunkan berat badan ya.

Dapat Pemeriksaan Gratis Analisis Darah

Dapat Pemeriksaan Gratis Analisis Darah

Saat mendonorkan darah, maka darah donor akan diperiksa di laboratorium untuk pengujian sifilis, HIV, hepatitis, dan penyakit lainnya. Pemeriksaan itu untuk menentukan apakah Anda memenuhi syarat donor darah atau tidak.

Anda belum pernah mendonorkan darah? Berikut persyaratan dasar untuk ikut serta dalam kegiatan donor darah di Indonesia yakni :

  • Pendonor berusia 17 hingga 65 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tekanan darah sistole 100-170 dan diastole 70-100
  • Kadar hemoglobin sekitar 12,5-17 g/dl.

Jika Anda memenuhi persyaratan tersebut di atas, coba simak apakah Anda ada di dalam kategori berikut. Ini adalah faktor-faktor berdasarkan ketentuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang membuat seseorang tidak bisa menjadi pendonor darah:

  • Tidak diizinkan dokter untuk menyumbangkan darah terkait kondisi kesehatan Anda.
  • Menderita diabetes.
  • Menderita kanker.
  • Mengidap penyakit jantung dan paru-paru.
  • Memiliki tekanan darah tinggi.
  • Menderita epilepsi atau sering kejang-kejang.
  • Mengidap sifilis.
  • Menderita atau pernah menderita hepatitis B dan/atau C.
  • Memiliki perdarahan abnormal atau kelainan darah seperti hemofilia.
  • Mengidap atau berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS misalnya pekerja seks komersial dan pecandu narkoba.
  • Kecanduan minuman keras.

Jika selama ini  belum pernah mendonorkan darah, tidak ada salahnya untuk mencoba melakukannya. Karena faktanya ada banyak manfaat dari donor darah yang Anda lakukan,  baik dari sisi kemanusiaan maupun kesehatan tubuh sendiri.

 

Sumber: mediskus.com & alodokter.com

Banner Cortez CT Mobil Keluarga Terbaik