Hidup Mandiri? Siapa Takut - Wuling Motors

Lifestyle

Hidup Mandiri? Siapa Takut

22 April, 2018

Image Hidup Mandiri? Siapa Takut

Kapan pertama kali Anda akhirnya mencoba hidup sendiri? Beberapa orang mungkin mengalaminyadi tahun kedua saat kuliah, beberapa bahkan mengaku baru mulai mandiri ketika mereka pertama kali mendapatkan pekerjaan mereka atau setelah mereka menikah. Jujur saja, hari-hari ini, tidak jarang kita temui bujangan muda menarik yang sudah menjalani hidup yang terpenuhi dan mandiri.

Mungkin menakutkan pada awalnya, tetapi kemudian Anda memahami bahwa Anda hanya harus mengelola dengan baik. Urutkan semuanya sesuai dengan prioritas Anda, beli barang-barang yang Anda butuhkan untuk kehidupan sehari-hari Anda, penuhi tujuan karir Anda hanya untuk menjadi lebih dan lebih sukses. Satu hal yang harus Anda pahami-dan dalam hal ini agar semua orang di sekitar Anda juga memahami-adalah bahwa, suka atau tidak suka, hidup mandiri adalah pilihan yang tak terelakkan. Anggap saja sebagai latihan sebelum Anda terus menjadi sukses sebagai eksekutif lajang atau pasangan menikah dan bangun kehidupan Anda sebagai sebuah keluarga kecil.

Berikut adalah beberapa hal untuk menguatkan Anda saat mencoba membangun kehidupan Anda sendiri:

Investasi

Investasi adalah urusan besar. Dan ternyata, itu tidak selalu tentang uang; dekap temanmu dekat dan musuhmu lebih dekat. Ini adalah pepatah yang sangat kuat karena kita adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri-kita perlu bersosialisasi sesekali. Teman adalah investasi yang bagus karena merekalah yang terus memberi Anda nasihat yang bermanfaat-bahkan kebenaran yang brutal kadang-kadang. Ketika Anda sedang kecewa, mereka akan menjadi orang-orang yang menghibur Anda. Kalau musuh, mereka akan lebih jujur lagi dalam menilai Anda sehingga membuat Anda terus memperbaiki dirsi. Dan Anda mungkin tidak pernah tahu bahwa salah satu dari mereka mungkin benar-benar pandai membaca pasar dan memberi Anda panduan mendalam tentang properti apa yang akan dibeli sebagai investasi.

Karier

Ketika Anda berada dalam tahap kehidupan di mana Anda sedang serius membangun karir profesional Anda, Anda pasti ingin membatasi jumlah drama yang beredar di sekitar Anda. Ukuran lingkaran teman-teman Anda menyusut hingga minimal, mungkin membatasi keterikatan emosional dengan keluarga Anda untuk kunjungan akhir pekan saja karena Anda sibuk menangani beban kerja di kantor. Mempelajari apa yang dilakukan musuh/pesaing dan memberi tahu diri Anda bahwa Anda bisa menjadi lebih baik, baik untuk diri sendiri atau perusahaan.

Kebutuhan vs Keinginan

Jadi, Anda pikir Anda lebih berhasil daripada tahun lalu. Anda bangga dengan diri sendiri karena mampu menabung meskipun ada sejumlah besar uang tunai yang Anda investasikan untuk atap di atas kepala Anda. Apa yang saya beli? Sebuah smartphone trendi-tentu saja. Lalu, Anda pergi ke pameran otomotif, dan mulai berpikir model mana yang akan melengkapi status sosial Anda saat ini. Merek pasti berpengaruh, tetapi kemudian Anda berpikir bahwa kabinnya mungkin tidak nyaman bagi keluarga Anda selama perjalanan untuk sebuah pertemuan keluarga besar; ruang kaki di baris ketiga sempit, abang Anda tidak akan suka jika kepalanya terpentok saat masuk ke dalam mobil karena dia terlalu tinggi. Setelah semua pertimbangan ini dan Anda masih menjadikan keluarga Anda prioritas dalam salah satu keputusan hidup Anda. Jadi, Anda memutuskan untuk memilih Cortez, karena Anda tahu teman-teman Anda akan menyukainya juga ketika Anda mengajak mereka untuk bepergian bersama.

Pada akhirnya, Anda hanya perlu berani dan siapkan diri untuk perjalanan dan kejutan yang tak terduga. Keluarga dan sahabat merupakan harta yang selalu ingin Anda pegang selama sisa hidup Anda. Dan ketika itu dalam posisi aman, Anda dapat mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda siap untuk melaju demi kehidupan yang lebih baik.

Quick Help