Lifestyle

Kejar Kesuksesan Sebagai Pemuda Indonesia

28 Oktober, 2018

Image Kejar Kesuksesan Sebagai Pemuda Indonesia

Pertama kali dicetuskan di, kala itu, Batavia pada tanggal 27—28 Oktober 1928 oleh Kongres Pemuda Kedua, Sumpah Pemuda berisi penegasan cita-cita anak muda kala itu demi sebuah Indonesia yang satu. Lalu sejak tahun 1959, setiap tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai hari peringatan Sumpah Pemuda.

Kongres ini mempertemukan berbagai wakil organisasi di antaranya Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Pemoeda Kaoem Betawi, Jong Ambon dengan kesamaan tujuan yaitu mempersatukan Indonesia, tidak hanya pemudanya saja, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Berikut ini adalah isinya menggunakan ejaan aslinya (ejaan van Ophuysen):

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedua:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Kini peristiwa bersejarah tersebut telah diabadikan di Museum Sumpah Pemuda yang terletak di Gedung Sekretariat PPI Jl. Kramat Raya 106 Jakarta Pusat. Termasuk lagu kebangsaan, Indonesia Raya, karya Wage Rudolf Soepratman yang hingga kini masih kita kumandangkan di acara-acara kenegaraan, serta di Hari Kemerdekaan. Jika sumpah dan lagu tersebut adalah perwujudan kebanggan para pemuda dalam mengekspresikan, menegaskan, dan mewujudkan kemerdekaan Indonesia, lantas bagaimana perwujudannya di masa kini?

Dengan jumlah penduduk melebihi 266 juta jiwa per tahun 2018, menjadikan Indonesia seharusnya sebagai bangsa yang kuat. Banyak sekali sarana penyaluran bakat dan berkespresi agar kita, sebagai pemuda masa kini, dapat terus meneruskan semangat Sumpah Pemuda dan mengisi kemerdekaan Indonesia; ikut serta dalam ajang pencarian bakat; membaktikan tenaga dan kecerdasan kita untuk menjadi guru dan pengajar di pedalaman Indonesia yang belum tersentuh Pendidikan; melayani keluarga kurang mampu di pelosok negeri ini dengan kemampuan dan keahlian medis kita; memberikan bantuan advokasi bagi rakyat Indonesia yang belum melek hokum, dan lain sebagainya.

Salah satu agenda penting Wuling ketika hadir di negeri ini adalah juga demi peningkatan mutu warganya. Dengan merekrut lebih dari 3.000 pegawai Indonesia yang ditempatkan di segala sektor perusahaan—dari pekerja kebersihan, teknisi yang ahli di dalam pabrik, hingga posisi manajemen dan eksekutif yang tentunya sangat memabntu Wuling dalam pengembangan bisnisnya di Indonesia. Melalui system kerja dan program-program yang dijalankan oleh perusahaan, Wuling terus berharap dapat ikut berperan dalam membentuk sosok pemuda Indonesia yang berkarakter serta berkeahlian khusus yang diharapkan dapat menjadi manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat di sekitarnya.

Maju terus bersama Wuling demi kehidupan yang lebih baik. Let’s drive for a better life!