Membuat mimpi mereka menjadi nyata - Wuling Motors

Lifestyle

Membuat mimpi mereka menjadi nyata

19 Mei, 2018

Image Membuat mimpi mereka menjadi nyata

Beberapa hobi anak bisa semurah membuat lendir slime, tetapi lainnyabisasemahal menunggang kuda atau bahkan mengebut di sirkuit. Sebagai orang tua, adalah tugas kita untuk memahami apa yang dibutuhkan anak-anak kita untuk membantu mereka mengembangkan potensi mereka sedini mungkin. Beberapa anak mungkin tidak menunjukkan minat dalam keterampilan khusus apa pun sampai Anda memperkenalkannya ke aktivitas yang tepat pada waktu yang tepat.

Memperkenalkan anak-anak Anda ke kegiatan luar ruang yang melibatkan keterampilan motorik mereka pada saat yang sama jugaakan membantu mereka menjadi lebih aktif secara fisik dan sosial, makamasa ini menjadi fase penting dari pertumbuhan mereka. Ini juga akan membantu mereka belajar bagaimana membangun pemikiran strategis di awal kehidupan mereka, seperti bagaimana melakukan sesuatu dengan benar atau bagaimana memenangkan persaingan. Memang beberapa olahraga luar ruangan masa kini membutuhkan banyak investasi, tetapi bukankah itu akan menjadi sukacita Anda sebagai orang tua ketika mereka bisa menjadi seseorang saat mereka tumbuh dewasa?

Ambil contoh Rio Haryanto. Orang tuanya memiliki bisnis di industri kertas sejak tahun 1976, tetapi ia tidak dikenal sebagai penerus berikutnya untuk bisnis keluarganya ini, malah ia lebih dipuja sebagai pembalap papan atas di antara anak laki-laki seusianya. Dia memulai kecintaannya pada otomotif di usia yang sangat muda dan telah memenangkan kejuaraan Go-kart nasional pada tahun 2002, atau ketika dia baru berusia 9 tahun. Hal terakhir yang kita dengar, dia direkrut oleh tim Manor Racing untuk bersaing di kejuaraan balap mobil paling terkenal sedunia—Formula 1. Kakak-beradik Ananda Mikola dan Moreno tidak tiba-tiba muncul di kancah balap sebagai juara. Ayah mereka, Tinton Soeprapto, memberi pengaruh pada anak-anaknya sejak mereka masih sangat muda. Keduanya telah berpartisipasi dan memenangkan Formula 3 Asia pada tahun 2004 dan 2005.

Mengendarai kuda juga merupakan olahraga yang menantang, karena dibutuhkan banyak keberanian, keanggunan, dan kelincahan untuk menunggangi makhluk kuat ini. Tapi, apakah Anda tahu beberapa equestrian (penunggang kuda) terkenal bangsa ini adalah wanita? Larasati adalah model yang diakui di era 90-an, tetapi akhirnya jatuh cinta dengan menunggang kuda dan mengubah kariernya menjadi seorang atlet. Wajah cantik lain dari TV yang juga menjadikan olahraga ini sebagai hobi adalah Nabila Syakieb. Meskipun dia tidak melakukannya secara profesional, tetapi dia rutin pergi ke istal untuk berlatih menunggangi kudanya sendiri.

Baik menunggang kuda maupun balap mobil membutuhkan uang yang tidak kecil; Rio harus membayar Manor Rp229 miliar untuk dapat bersaing untuk tim di F1, sementara membeli kuda pacuan dapat menghabiskan biaya antara Rp50 juta hingga sekitar 1 miliar, tergantung pada jenis dan fitur fisik. Belum lagi biaya perawatan rutin yang selalu harus Anda atur. Bagaimanapun, ini seharusnya tidak menghalangi Anda untuk terus memperkenalkan beberapa hobi yang bagus, sangat aktif, praktis, dan bermanfaat bagi anak-anak Anda. Siapa yang tahu mereka mungkin bisa menjadi teknisi pesawat terbang berikutnya bagi negeri ini setelah Bapak B. J. Habibie?

Quick Help