Mengenal Sistem Parkir di Berbagai Negara | Wuling

Auto Tips

Mengenal Sistem Parkir di Berbagai Negara

14 Februari, 2018

Image Mengenal Sistem Parkir di Berbagai Negara

Sebagian besar penduduk perkotaan merasakan pentingnya memiliki mobil pribadi. Faktor terpenting untuk hal ini adalah bagaimana agar nyaman dalam bertransportasi di tempat umum, salah satunya dengan sistem parkir yang ideal dan efektif.

Tidak hanya di area perumahan, bahkan di pinggir jalan besar pun  masih sering melihat banyak kendaraan bermotor yang diparkir liar, bukan? Lalu, bagaimana sistem parkir yang ideal? Yuk, lihat beberapa contoh dari negara lain dan bagaimana mereka menerapkan sistem parkir mereka.

Sistem Parkir di Hong Kong

Sistem Parkir di Hong Kong

Hong Kong memberlakukan sistem parkir yang rapi agar lalu lintas lebih teratur dan keamanan pun terjaga. Bentuk kotanya yang lebih banyak tempat tinggal bertingkat (apartemen) dibandingkan rumah (landed house) membuat orang tidak mudah untuk memiliki mobil apalagi untuk memarkirkannya.

Sementara bagi penduduk yang berpenghasilan relatif jauh lebih tinggi dari kebanyakan penduduk lainnya sudah pasti memiliki solusi untuk memarkirkan mobilnya, yaitu di gedung khusus parkiran. Tarif yang ditetapkan pun beragam, dari per jam, per hari, hingga per bulan.

Tarif per jam berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000, harga harian Rp280.000—Rp350.000, sedangkan untuk bulanan Rp3.000.000—Rp9.000.000an. Atau kalau Anda kepikiran untuk membeli lahan parkir juga ada yang menjual seharga Rp9 M! Harga ini sempat tercatat rekor sebagai harga parkiran termahal sedunia. Coba bandingkan dengan di mall setempat di Indonesia yang hanya Rp4—5.000 per jam, mencengangkan bukan?

Sistem Parkir di Paris

Sistem Parkir di Paris

APS atau Automated Car Parking System atau APF (Automated Parking Facility) pertama kali dibangun di Paris atas dasar kebutuhan ruang parkir yang kian terbatas. Bentuk dan cara kerjanya adalah bangunan beton bertingkat yang dilengkapi dengan elevator khusus yang mampu menampung dan mengangkut mobil ke tingkat atas dan kemudian ada petugas yang memarkirkannya secara manual. Namun, seiring perkembangan teknologi, kini jenis parkiran ini sudah dikendalikan secara otomatis.

Sistem Parkir di Jepang

Sistem Parkir di Jepang

Tidak hanya untuk mobil, Jepang adalah salah satu negara yang memandang pentingnya sepeda sebagai moda transportasi – begitupun untuk penyimpanannya. Sekitar 72 juta sepeda dimiliki oleh penduduk Jepang dan mengisi lalu lintas Jepang sebanyak 14%. Sedikit terbalik dari APS, sistem parkir sepeda di Jepang menggunakan penyimpanan di bawah tanah.

Di negara asalnya, sistem yang disebut Churinjo ini aktif dari jam 5 pagi hingga tengah malam, harganya berkisar antara 100—200 Yen (Rp12.000—25.000). Bahkan beberapa ada yang menggratiskan penggunaan di 2 jam pertama. Parkirannya sangat unik, karena dari luar hanya terlihat seperti kios, pengendara cukup meletakkan sepedanya di jalur yang tertanam di sisi samping ‘kios’ tersebut, masukkan koinnya, lalu dalam hitungan 8 detik sepedamu pun lenyap ke dalam kios tadi.

Sistem Parkir di Indonesia

Sistem Parkir di Indonesia

Indonesia pun tidak mau ketinggalan. Namun kali ini Bandung yang mencuri perhatian kita, alih-alih Jakarta, karena ibu kota Jawa Barat ini lah yang pertama kali menerapkan alat parking meter di jalan-jalan utamanya. Tepatnya pada 24 Desember 2013, jalan Braga resmi ditanamkan tiga alat parking meter.

Dengan memasukkan uang koin sesuai dengan tarif yang berlaku dan sesuai dengan lamanya parkir, maka tiket parkir pun akan keluar secara otomatis. Mesin ini tidak hanya membantu ketertiban parkiran di pinggir jalan namun juga membantu pemasukan pendapatan daerah, sehingga kota yang bersangkutan pun akan menerima lebih banyak pendapatan dan rakyatnya bisa lebih sejahtera.

Itulah berbagai sistem parkir yang membuat aman dan nyaman di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

 

Sumber: blog.getmyparking.com, edition.cnn.com, cnbc.com, liputan6.com & tokyo.digi-joho.com