PERSIAPKAN KENDARAAN UNTUK MUSIM TRANSISI - Wuling Motors

Autotips

PERSIAPKAN KENDARAAN UNTUK MUSIM TRANSISI

10 April, 2019

Image PERSIAPKAN KENDARAAN UNTUK MUSIM TRANSISI

Dalam berkendara, pengemudi harus selalu waspada terhadap lingkungan dan pengendara atau pengemudi lain, atau lebih keren disebut dengan Safety Driving dan Defensive Driving. Intinya skill pengemudi berperan penting terhadap keselamatan berkendara.

Nah, sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya setiap akan berkendara, periksa lebih dulu kendaraan Anda, terutama bila ingin berpergian dengan jarak yang cukup jauh. Minimal periksa tekanan angin dengan cara perhatikan bentuk ban, apakah terlihat mengempis atau tidak. Kemudian juga periksa sekeliling kendaraan untuk memastikan tidak ada yang kurang, hilang, atau menghalangi.

Mempersiapkan kendaraan sebaiknya jangan dipandang sebelah mata karena menyangkut keselamatan seluruh penumpang, terutama saat musim berganti. Beruntung Indonesia ‘hanya’ memiliki dua musim; Panas dan Hujan, tidak seperti di luar negeri yang memiliki 4 musim. Saat musim salju, skill pengemudi seolah ditantang untuk menjadi Expert karena permukaan jalan yang sangat licin dan kadang sulit untuk diprediksi.

Tak terkecuali saat musim penghujan, kondisi jalan yang licin dibutuhkan konsentrasi yang tinggi. Saat hujan, grip roda ke permukaan jalan menjadi berkurang, dan berpotensi terjadinya aqua planing bila melaju terlalu kencang pada permukaan aspal yang tergenang.

Itulah sebabnya selalu periksa kondisi kendaraan Anda, karena tapak atau pola ban yang menipis akan mempengaruhi grip dengan permukaan jalan. Perhatikan pula bahwa tapak ban tidak selalu sama, serta pahami kegunaan dari tapak ban yang bervariasi.

Symmetrical Tread (Pola ban simetris)

Pola ban simetris adalah pola yang umum digunakan pada kebanyakan ban di mobil. Tapaknya tampil simetris di sisi dalam dan sisi luar mengelilingi ban dengan motif desain yang serupa. Tujuan dari tapak ban ini adalah memudahkan untuk membelah air saat hujan, dan umumnya tapak seperti ini lebih hening dan lebih nyaman.

Asymmetrical Tread (Pola ban asimetris)

Bila dilihat tapak ban ini seolah menyatukan dua ban menjadi satu karena pola ban sisi dalam dan luar berbeda. Tapak ban bagian luar biasanya lebih sedikit dibandingkan dengan sisi dalam, untuk memberikan daya cengkeram lebih, baik saat kering maupun saat jalan basah atau licin. Saat kering, daya cengkeram yang lebih baik sangat berguna saat menikung atau berganti jalur. Yang harus diperhatikan adalah pemasangan ban berpola asimetris ini adalah bahwa bagian luar dan dalam ban, tidak boleh salah karena akan mempengaruhi performa kendaraan dan berpotensi membahayakan.

Directional (Tapak ban searah)

Tapak ban ini seolah berbentuk V, karena mengarah pada arah tujuan, gunanya adalah untuk membelah air saat terjadi genangan sehingga dapat menghindari aqua planing. Ban ini pun memiliki grip yang lebih baik saat jalan kering.

Yang harus perhatikan pula saat musim transisi adalah rem terutama saat melewati genangan, ada yang menyatakan bahwa saat melewati genangan, sebaiknya sembari menginjak rem agar disc brake tetap kering. Namun bila hal ini susah dilakukan, maka jaga jarak dengan kendaraan di depan, sehingga ada waktu untuk pengereman. Yang lebih baik adalah, stay at home bila hujan berkepanjangan dan potensi jalan menggenang atau banjir.

Quick Help