Jenis Aki Mobil: Konvensional dan MF, Mana yang Lebih Baik? | Wuling

Auto Tips

Jenis Aki Mobil: Konvensional dan MF Mana yang Lebih Baik?

22 September, 2019

Image Jenis Aki Mobil: Konvensional dan MF Mana yang Lebih Baik?

Aki mobil sudah hadir dalam berbagai jenis sejak tahun 1971 dengan berbagai pilihan. Setiap produsen otomotif memungkinkan agar mobilnya bisa disuplai tenaga dari aki kering atau pun basah, tergantung kebutuhan pemilik/pengguna kendaraan. Saat ini ada dua jenis aki, primer yang hanya dapat digunakan sekali saja lalu dibuang dan sekunder yang bisa diisi ulang.

Sebagai pengetahuan, baterai basah mendapatkan tenaganya dari elektrolit cair, sementara jenis kering mendapatkan tenaganya dari zat berbentuk pasta/gel. Kedua zat ini sama-sama merendam sel aki agar tetap bertenaga. Walaupun begitu masing- masing memiliki kelebihannya sendiri yang perlu Keluarga Wuling pahami adalah dari kisaran harga, cara perawatan, dan yang cocok dengan gaya berkemudi Anda.

Aki Konvensional

Aki Konfensional

Saat pertama kali dibeli, aki ini berada keadaan kering, dan kemudian perlu diisi dengan cairan elektrolit untuk merendam selnya. Karena wujudnya yang cair, cairan elektrolit ini mudah menguap di kondisi tertentu; misalnya saat suhu udara panas atau dikarenakan panasnya mesin mobil.

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Membuat Aki Mobil Awet

Menyadari kondisi ini, maka pemakai mobil harus ekstra rajin mengecek kadar cairan di dalam aki dan mengukur kadar batas upper dan lower level cairan elektrolitnya. Jika Anda membutuhkan baterai untuk mobil yang tahan lama dan bisa dipakai untuk jangka waktu yang sangat panjang, maka jenis basah adalah pilihan yang tepat. Namun, harus diingat mengenai perawatannya yang ekstra telaten.

Aki MF

AKi MF

Istilah aki MF (maintenance-free) atau yang biasa disebut juga aki kering kini mulai dikenal kalangan pecinta otomotif karena sifatnya yang butuh sedikit sekali perawatan dibanding saudara tuanya si konvensional (basah). Seperti yang sudah disebutkan di atas, sel jenis ini juga perlu direndam tipe zat yang membantunya untuk dapat terisi tenaga, bedanya zat pada jenis MF ini berjenis gel.

Jika Anda sering berkendara di area jalan yang tidak mulus, sehingga menimbulkan getaran dan guncangan yang cukup sering dan kuat, maka jenis MF ini adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, jika zat perendam selnya basah/cair, maka lebih mungkin risiko tumpahan cairan kimia terjadi di saat perjalanan.

Baca juga: 6 Jenis Oli yang Harus Anda Tahu untuk Mesin Mobil

Masa hidup aki MF ini tergantung dari sisa gel di dalamnya; umumnya jenis ini mampu bertahan antara setahun hingga setahun setengah, bahkan bisa dua tahun dengan kondisi perawatan yang tidak perlu bolak balik diisi cairan. Jadi jika mobil Anda menggunakan jenis  MF, bisa menggunakannya sampai benar-benar soak, baru kemudian menggantinya dengan baru. Dari sisi harga memang lebih mahal, namun sepertinya lebih nyaman dengan minimnya perawatan dibanding yang harus Anda lakukan terhadap jenis konvensional (basah).

Selain kini Anda memiliki pilihan baru dalam mengendarai mobil MPV dengan hadirnya Wuilng Cortez, pilihan dua jenis aki mobil  di atas untuk Wuling Cortez Anda dapat mendukung kenyamanan berkendara lebih maksimal. Tentunya, Wuling Cortez merupakan mobil MPV tangguh yang layak Anda miliki!

Banner Cortez CT Mobil Keluarga Terbaik