6 Jenis Oli yang Harus Anda Tahu untuk Mesin Mobil | Wuling

Auto Tips

6 Jenis Oli yang Harus Anda Tahu untuk Mesin Mobil

18 Agustus, 2020

Image 6 Jenis Oli yang Harus Anda Tahu untuk Mesin Mobil

Keberadaan oli dianggap jadi formula yang tepat untuk mengurangi gesekan antara logam di dalam mesin mobil. Ada berbagai jenis oli pada mesin mobil yang masing-masing memiliki macam peran yang berbeda-beda.

Fungsi oli-oli tersebut selain mencegah benturan antar logam yang mengakibatkan goresan atau aus, juga mampu menjadi pendingin, pencegah karat, dan menghaluskan suara.

Ya, jenis oli mesin mobil itu berbeda satu sama lainnya tergantung di mana oli tersebut digunakan. Selain itu, masing-masing jenis oli mesin juga wajib dilakukan penggantian sesuai dengan yang dianjurkan pabrikan. Apa saja jenis oli pada mesin mobil? Berikut ulasannya.

Oli Mesin

Oli Mesin

Oli mesin memang paling banyak dikenal, sebab, setiap kita pergi ke bengkel biasanya paling sering diingatkan untuk urusan penggantian. Sejatinya, hal itu tidaklah salah. Sebab seperti disebutkan di atas jenis oli mesin memiliki banyak fungsi karena ketika masuk ke dalam mesin, oli akan masuk ke selah-selah mesin melumasi jeroan mesin penggerak mulai dari piston, dinding silinder, atau crankshaft.

Agar tetap dalam kondisi baik ganti oli mesin wajib diganti ketika mencapai jarak antara 5.000 hingga 10.000 km atau setidaknya enam bulan sekali mana yang tercepat.

Oli Transmisi

Oli Transmisi

Seperti namanya, oli transmisi digunakan khusus untuk bagian transmisi. Oli ini sangat penting karena digunakan untuk proses pergantian gigi agar lebih mudah, lancar dan halus.

Sebenarnya fungsi oli transmisi juga sama, melumasi bagian di dalamnya agar tidak kaku. Oli transmisi sendiri akan masuk melumasi gear dan bearing pada transmisi manual. Sedangkan pada transmisi matik oli transmisi akan masuk ke Clutch dan Torque.

Nah, oli transmisi mobil manual berbeda dengan oli mobil matic. Untuk oli mesin manual biasanya lebih kental, dengan kekentalan diatas SAE 40. Oli transmisi manual sebaik diganti saat jarak 10.000 km sudah tercapai.

Sementara itu, Automatic Transmission Fluid (ATF) adalah jenis oli yang digunakan oleh mobil matic yang umumnya diganti ketika mencapai 20.000 km.

Baca juga: Inilah Cara Perawatan Minyak Rem

Oli Rem

Oli Rem

Nah, oli yang mungkin masih jarang diketahui orang khususnya pengendara mobil baru, yaitu oli rem atau minyak rem. Keberadaan oli rem akan sangat membantu dalam sistem pengereman, karena ketika handle rem ditekan maka menyalurkan tenaga dari handle rem menuju cakram dan kampas rem.

Ketika hendak membuka tangki rem maka perlu berhati-hati ya, karena kotoran apa pun bisa masuk ke dalam tangki rem. Jika hal tersebut terjadi bukan tak mungkin akan tersumbat. Adapun penggantian oli rem dilakukan jika warna oli mengalami perubahan atau setidaknya jaraknya telah menempuh kurang lebih 30.000 kilometer.

Oli Gardan

Oli Gardan

Oli gardan ini perlu dilakukan pergantian ketika mencapai jarak 10.000 km atau 20.000 km dan berbarengan dengan penggantian oli transmisi.

Pentingnya pergantian oli gardan tak lain karena melumasi kontak gigi gardan dan dapat melindungi komponen seperti pinion gear yang selalu bergesekan dan bearing yang juga sama saling melakukan pergerakan. Agar tetap terjaga Anda bisa mengganti oli gardan pada 10.000 km atau maksimal 20.000 km.

Oli Power Steering

Oli Power Steering

Jenis oli mesin mobil juga harus dilakukan penggantian pada oli power steering setidaknya setiap 40.000 km. Hal ini karena oli power steering berguna untuk melumasi bagian pompa dan juga meringankan lingkar kemudi. Alhasil, lingkar kemudi akan sangat mudah dan ringan ketika mobil harus dipacu.

Oli Transfer

Oli Transfer

Nah, jenis oli mesin mobil yang satu ini mungkin sangat asing di telinga masyarakat Indonesia. Jika pun Anda tahu, pasti menjawab bahwa jenis oli mesin ini biasanya digunakan pada mobil-mobil berpenggerak all wheel drive (AWD) atau 4WD atau dikenal dengan istilah 4×4.

Ya, oli transfer ini melindungi komponen seperti chain dan bearing. Dengan oli transfer maka hal tersebut juga dapat menjaga gigi tetap berputar. Sebagai catatan, penggantian oli transfer sebaiknya dilakukan setiap 40.000 km.

Itulah dia paparan tentang ke-enam jenis oli yang ada pada bagian mesin mobil. Semoga informasi ini menambah pengetahuan Anda seputar industri otomotif.

Banner Cortez CT Mobil Keluarga Terbaik